tutup

Login Panel

Jika anda adalah salah satu user yang mempunyai akses terhadap web ini, maka silahkan masukkan user dan password anda.
Login Panel
YOOtheme
Click on the slide!

Stikper Gunung Sari

STIKPER Gunung Sari - MakassarMerupakan salah satu sekolah keperawatan di kota Makassar dengan jenjang pendidikan D3 dan S1 dalam bidang…

Click on the slide!

Sistem Belajar

Kami memiliki tenaga pengajar yang telah berpengalaman di bidangnya.Dan pelayanan akademis yang terus ditingkatkan untuk mempermudah bagi para pelajar dalam…

Click on the slide!

Sarana

Memiliki sarana perlengkapan yang menunjang seperti lab. bahasa, lab. komputer dan lain sebagainya

Click on the slide!

Asrama Pelajar

Kami menyediakan asrama untuk para pelajar yang menjalani pendidikan di Sekolah kami

Click on the slide!

Capping Day

STIKPER Gunung Sari akan menjadikan Anda seorang tenaga ahli di bidang keperawatan dengan keterampilan yang bisa bersaing

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Editor Login

Jadwal Kegiatan

No current events.

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 38.107.191.96

Image and video hosting by TinyPicSeiring perkembangan zaman, banyak sekali masalah kesehatan wanita yang muncul dan belum tertangani dengan baik, termasuk tingginya angka kehamilan wanita usia muda, tingginya angka kematian ibu melahirkan, tingginya angka abortus bayi hingga masalah kekerasan rumah tangga.

Tentu saja, banyak masalah kesehatan lain yang perlu menjadi perhatian seperti diabetes saat kehamilan, penyakit infeksi HIV/AIDS pada wanita, hingga penyakit kronis seperti kanker serviks.

Mengapa prevalensi problem kesehatan wanita ini masih tinggi? Padahal di zaman yang sudah bisa dibilang maju ini, banyak wanita sudah bekerja dan bisa mandiri? Salah satu penyebab tingginya angka permasalahan wanita ini dikarenakan karena minimnya pengetahuan serta kepedulian terhadap wanita serta permasalahan pada diri mereka.

Read more...

Image and video hosting by TinyPicSampai saat ini Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa baru memiliki 173 dokter spesialis bedah saraf, jumlah itu tersebar tidak merata di seluruh Indonesia. Idealnya, rasio ahli bedah saraf adalah 1:100.000, berarti diperlukan sekitar 2000 dokter.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr.dr.Renindra Ananda Aman, Sp.BS, sekretaris Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia dalam jumpa pers acara International Society for Pediatric Neurosurgery Teaching Course 2010 di Jakarta, Rabu (24/2).

"Bedah saraf merupakan kelompok studi sendiri dan bagian dari pendidikan yang berkelanjutan dari ahli bedah. Namun ilmu bedah saraf sendiri kurang dikenal, bahkan di kalangan dokter," tutur dr.Nanda. Dibandingkan dengan Jepang yang penduduknya 127 juta jiwa, di sana terdapat 6000 ahli bedah saraf.

Read more...

Image and video hosting by TinyPicSari, ibu dari Putera (6), belakangan bertanya-tanya tentang kenormalan organ vital anaknya. Dia merasa pertumbuhan penis putranya tidak sesuai usianya.

"Saya lihat, kok, berbeda perkembangannya dengan adik laki-lakinya. Terlalu kecil,” ujar perempuan warga Tangerang, Banten, itu beberapa waktu lalu. Dia lantas membawa putranya ke dokter anak di sebuah rumah sakit. Dokter menyarankan pengukuran terlebih dahulu. Tetapi, si kecil terus menolak dan menangis setiap kali alat kelamin hendak diukur sehingga mereka pulang tanpa hasil.

Pada saat anak usia enam tahun, Sari tetap merasa penis putranya tidak bertumbuh. ”Dengan usianya sekarang, tinggi badan 128 cm dan berat 30 kilogram, penis anak saya hanya seruas ibu jari. Skrotum juga tidak bertambah besar,” katanya.

Read more...