Akreditas Institusi
Kunjungan Tim Asesor BAN-PT dalam rangka Akreditasi Institusi sesuai peraturan pemerintah tahun 2014
PMB 2014/2015
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2014/2015
Lokasi Kampus
Lokasi strategis di jalan utama Sultan Alauddin
Wisuda
Acara Wisuda STIKPER dengan tingkat kelulusan 100%
Halaman Depan

Penerimaan Mahasiswa Baru

Kilik disini untuk mengunduh file brosur Penerimaan Mahasiswa Baru tahun akademik 2014/2015

 

Kiat Mendeteksi Autisme Sedini Mungkin

KOMPAS.com - Meskipun sudah banyak informasi mengenai autisme, namun masih ada juga orangtua yang menganggap autisme sebagai kutukan yang memalukan. Padahal, autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang dapat diterapi dan disembuhkan.
Psikiater anak dari RS Omni Alam Sutera Kresno Mulyadi mengatakan, asalkan terapi dilakukan sedini mungkin, secara intensif dan terpadu, maka anak autis bisa mengalami perkembangan seperti anak normal.
Karena perlu dilakukan sedini mungkin, maka mengenali gejala autisme  sangat penting.
 
"Peran keluarga sangat besar karena dapat langsung mengenali gejala autisme sedini mungkin," imbuhnya.
 
Berikut lima gejala yang bisa diamati dan dicermati orangtua sehingga mampu mencurigai bila anaknya menyandang autisme.
 
1. Kualitas komunikasi buruk
Kondisi ini terdiri dari beberapa tingkatan: spektrum berat, sedang, dan ringan. Untuk yang ringan dan sedang, anak masih mampu berkomunikasi namun kadang nyambung, dan kadang lompat ke hal lain dengan cepat. Sedangkan untuk yang berat, anak sangat sulit untuk diajak berkomunikasi.
 
2. Suka main sendiri
Imajinasi merupakan hal yang wajar dilakukan oleh anak-anak. Namun bila mereka berimajinasi sendiri dan secara berlebihan, maka orangtua perlu mencurigainya. Mereka juga pada umumnya mau bergaul, meskipun sangat selektif dalam memilih teman.
 
3. Emosi labil
Anak autis mudah sekali marah. Hal kecil dan sepele pun mampu membuat mereka mengamuk. Mereka juga cenderung mudah takut, tetapi takut yang terjadi tidak rasional. Seperti melihat film lucu takut, tetapi film horor justru tidak.
 
4. Menyukai gerakan yang repetitif
Mereka suka melihat benda berputar, misalnya kipas angin. Kalau bermain mobil-mobilan, hanya dilihat perputaran rodanya saja. Mereka juga cenderung menyukai mainan yang itu-itu saja dalam waktu lama.
 
5. Gangguan persepsi
Ini merupakan masalah alat indera, termasuk pendengaran, penglihatan, dan sentuhan. Misalnya ketika mendengar musik sedikit keras atau bayi menangis hingga mobil lewat, mereka mengeluh bising. Mereka juga cenderung menutup mata saat melihat benda-benda yang seharusnya tidak ditakuti. Anak autis juga biasanya tidak nyaman saat disentuh maupun memakai baju panjang.
 
Sumber : http://health.kompas.com/read/2014/07/21/095049023/Kiat.Mendeteksi.Autisme.Sedini.Mungkin

Solusi Jika Tak Bisa Menahan Kencing

 

KOMPAS.com - "Adakah toilet di dekat sini?" Mungkin itulah pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan orang yang tak mampu menahan berkemih setiap kali bepergian. Bahkan, meskipun ada toilet di sekitar mereka, seringkali urine keluar tanpa dapat ditahan sebelum sempat masuk ke dalam bilik toilet.

Selengkapnya: Solusi Jika Tak Bisa Menahan Kencing

Halaman 1 dari 39

Editor Menu

Lokasi

Jl. Sultan Alauddin No. 293
Makassar - 90221

Telp. (0411) 868502
Fax. (0411) 882472
Email :
Url : www.stikper-gunungsari.ac.id

 
 

Info Terkini

23 Juni s/d 25 Agustus.
Penerimaan Mahasiswa Baru
Gelombang ke 2

Institusi STIKPER Gunung Sari
akan dikunjungi oleh
tim akreditasi BAN-PT
pada tanggal 17 juni 2014
*
*

Statistik pengunjung

Hari ini 1052
Kemarin1359
Minggu ini 8203
Minggu lalu 9562
Bulan ini 30952
Bulan lalu 57208
Keseluruhan 101863

DIKTI

 
 
 
 
 

© 2005 - 2013 Yayasan Pendidikan Gunung Sari. All rights reserved.

Go to top