tutup

Login Panel

Jika anda adalah salah satu user yang mempunyai akses terhadap web ini, maka silahkan masukkan user dan password anda.
Login Panel
YOOtheme
Click on the slide!

Stikper Gunung Sari

STIKPER Gunung Sari - MakassarMerupakan salah satu sekolah keperawatan di kota Makassar dengan jenjang pendidikan D3 dan S1 dalam bidang…

Click on the slide!

Sistem Belajar

Kami memiliki tenaga pengajar yang telah berpengalaman di bidangnya.Dan pelayanan akademis yang terus ditingkatkan untuk mempermudah bagi para pelajar dalam…

Click on the slide!

Sarana

Memiliki sarana perlengkapan yang menunjang seperti lab. bahasa, lab. komputer dan lain sebagainya

Click on the slide!

Asrama Pelajar

Kami menyediakan asrama untuk para pelajar yang menjalani pendidikan di Sekolah kami

Click on the slide!

Capping Day

STIKPER Gunung Sari akan menjadikan Anda seorang tenaga ahli di bidang keperawatan dengan keterampilan yang bisa bersaing

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Editor Login

Jadwal Kegiatan

No current events.

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 38.107.191.115

diareTidak semua balita penderita diare membutuhkan antibiotik, kecuali dengan indikasi terserang diare berdarah, kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta penerima `Bakrie Award 2010` Prof Dr Yati Soenarto.

"Selama ini pengobatan diare pada balita selalu mengandalkan antibiotik dan anti parasit, padahal tidak semua penderita diare membutuhkan antibiotik," katanya, di Yogyakarta, Selasa.

Ia mengatakan pemberian antibiotik justru akan menimbulkan resitensi, tidak hanya pada penyakit penyebab diare, tetapi juga pada penyakit-penyakit lainnya.

"Saya dan tim menemukan penyebab terbesar penyakit diare bukan merupakan bakteri atau parasit, melainkan disebabkan oleh rotavirus, dan temuan tersebut berimbas pada metode pengobatan diare," katanya.

Read more...

pecandu internetPara remaja yang menghabiskan waktu yang berlebihan di Internet memiliki kemungkinan satu setengah kali lebih besar untuk mengalami depresi dibandingkan dengan pengguna jejaring dalam waktu sedang, demikian hasil studi yang dilakukan di China.

Peneliti Lawrence Lam menggambarkan sebagian tanda tentang penggunaan berlebihan ialah menghabiskan waktu sedikitnya lima sampai lebih dari 10 jam per hari di Internet. 

Gangguan muncul ketika para remaja tersebut tak berada di depan komputer dan kehilangan perhatian dalam interaksi sosial.

"Sebagian dari mereka menghabiskan waktu lebih dari 10 jam per hari, mereka benar-benar menjadi pengguna yang bermasalah dan mereka memperlihatkan tanda dan gejala prilaku kecanduan ... `browsing` Internet, main games," kata Lam, penulis bersama dokumen itu --yang disiarkan di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine.

Read more...

Apa itu belekan atau istilah sok kerennya konjungtivitas? Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Anak kecil hingga orang tua bisa terkena penyakit ini. Belekan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata.

Penyakit ini sangat menular, media penularannya biasanya melalui benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, seperti kacamata, handuk, sapu tangan, dll. Bahkan penularannya juga bisa melalui jari tangan, apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan, sehingga tangannya tercemar virus. Sehingga tidak mengherankan, apabila ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka anggota keluarga yang lain akan sangat mudah tertular.

 

Read more...