tutup

Login Panel

Jika anda adalah salah satu user yang mempunyai akses terhadap web ini, maka silahkan masukkan user dan password anda.
Login Panel
YOOtheme
Click on the slide!

Stikper Gunung Sari

STIKPER Gunung Sari - MakassarMerupakan salah satu sekolah keperawatan di kota Makassar dengan jenjang pendidikan D3 dan S1 dalam bidang…

Click on the slide!

Sistem Belajar

Kami memiliki tenaga pengajar yang telah berpengalaman di bidangnya.Dan pelayanan akademis yang terus ditingkatkan untuk mempermudah bagi para pelajar dalam…

Click on the slide!

Sarana

Memiliki sarana perlengkapan yang menunjang seperti lab. bahasa, lab. komputer dan lain sebagainya

Click on the slide!

Asrama Pelajar

Kami menyediakan asrama untuk para pelajar yang menjalani pendidikan di Sekolah kami

Click on the slide!

Capping Day

STIKPER Gunung Sari akan menjadikan Anda seorang tenaga ahli di bidang keperawatan dengan keterampilan yang bisa bersaing

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Editor Login

Jadwal Kegiatan

No current events.

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 38.107.191.119

Image and video hosting by TinyPicSeiring perkembangan zaman, banyak sekali masalah kesehatan wanita yang muncul dan belum tertangani dengan baik, termasuk tingginya angka kehamilan wanita usia muda, tingginya angka kematian ibu melahirkan, tingginya angka abortus bayi hingga masalah kekerasan rumah tangga.

Tentu saja, banyak masalah kesehatan lain yang perlu menjadi perhatian seperti diabetes saat kehamilan, penyakit infeksi HIV/AIDS pada wanita, hingga penyakit kronis seperti kanker serviks.

Mengapa prevalensi problem kesehatan wanita ini masih tinggi? Padahal di zaman yang sudah bisa dibilang maju ini, banyak wanita sudah bekerja dan bisa mandiri? Salah satu penyebab tingginya angka permasalahan wanita ini dikarenakan karena minimnya pengetahuan serta kepedulian terhadap wanita serta permasalahan pada diri mereka.

Tak dapat dipungkiri, wanita masih seringkali dianggap nomor dua setelah para pria. Banyak sekali permasalahan pada wanita yang harusnya lebih diperhatikan di tengah kuatnya stigma masyarakat bahwa posisi wanita adalah perawat bagi para laki-laki. Persepsi dan permasalahan inilah yang harus mulai serius diperhatikan dan dikaji.

Isu seputar Women's Health ini juga menjadi perhatian khusus Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Masalah kesehatan wanita dirasa perlu untuk diangkat dan dimasukkan ke dalam modul pengajaran kurikulum pendidikan dokter spesialis penyakit dalam. Sehingga nantinya, dokter spesialis penyakit dalam akan memiliki kompetensi yang baik dalam menangani masalah termasuk problem kesehatan wanita.

Insiatif memasukkan isu kesehatan wanita dalam kurikulum kedokteran spesialis terungkap pada hari Selasa (2/3/2010) kemarin dalam suatu acara diskusi yang didukung tim Women's Health Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tim itu diketuai oleh Prof.Zubairi Djoerban, Sp.Pd dan Dr.dr.Siti Setiati,Sp.PD, sebagai ketua program modul bersama. Dalam acara itu juga hadir Prof.Dr.Rosalia Sciortino yang merupakan Associate Professor Institute of Population and Social Research di Mahidol University, Bangkok, Thailand, sebagai pembicara.

Prof Rosalia menerangkan, permasalahan wanita ini masih harus dieksplorasi lebih dalam dan harus mendapatkan perhatian lebih karena masih kurangnya perhatian sehingga perlu ditingkatkan awareness terhadap kesehatan wanita.

Ia menyatakan, data setiap negara untuk masalah pada wanita merupakan hal yang sangat penting, di mana tiap negara memiliki masalah yang berbeda untuk permasalahan wanita. Dari data, akan dapat diketahui prevalensi masalah yang ada dan mana yang merupakan masalah utama.

Keputusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang memasukkan Women's Health sebagai salah satu modul yang harus dimiliki sebagai kompetensi seorang dokter spesialis penyakit dalam sangat didukung oleh Rosalia.

Karena dengan demikian, selain seorang dokter lebih memperhatikan masalah wanita yang sangat kompleks ini,juga diharapkan bisa terjadi perubahan di masa depan sehingga perlahan tapi pasti permasalahan yang sering dihadapi para wanita ini bisa diperbaiki dan bisa diatasi.

dr.Intan Airlina Febiliawanti

sumber : kompas.com